untukmu, sayang.
kita masih berjalan
menelusuri padang mimpi,
ribuan malam telah menemani kita bercinta
di bawah langit lepas yang setia
membacakan peta_peta cinta untuk kita.
sayang,
nikmatilah nafasku yang menembus wajahmu
di setiap hempasannya ku selipkan cinta
ya, cinta yang kutanam di senja tua itu
di pinggir jembatan kecil, kotamu.
sayang,
masihkah kau simpan gigauanku semalam ?
kuharap, bintang yang telah kusentuh
tidak mengembalikan pegunungan saljumu.
aku ingat, senja itu dia meleleh
membaur bersama samudera nama
hingga bekunya tak pernah kurasa lagi.
sayang,
jangan kau usap dulu peluhmu
desah bercinta kita masihlah panjang
hingga para tetangga bosan,
seperti kemarin malam.
bandung-semarang, 9-9
untukmu sayang, uphie
terima kasih, cintamu selama ini sangat berarti untukku
hidup hanyalah merayap, melewati bebatuan, pepasir, dahan pepohonan, tanah, bahkan sampai aliran air... begitu pula kararangge
semua aku persilakan masuk, karena diriku tidak semata_mata milikku,
mangga ah kalebet, wilujeung maos, kade tong hilap bayar warnetna nya.