untuk sireum, tanpa "teteh".
hitam_mu telah menyulam ribuan huruf,
menciptakan helaian kata dalam kerudung kalimatmu.
hitam_mu pula yang telah menerbangkanmu
bersayapkan puisi
mengitari menara rasa
yang kau bangun ditengah kastil pikir_mu.
betapa indah terlihat dari kaki bukit ini.
namun semuanya tak membuatmu menutup mata
saat hitam pula membiaskan wujudku ke ujung matamu.
kau malah tersenyum,
"kau juga punya sayap, bisa terbang", katamu.
"ah, lompat diatas rumput saja kakiku masih gemetar",
kubalas kata dari senyum_mu, semalam.
kita memang sama_sama penikmat hitam,
menjelajahi sunyi di pintu mayapada.
semoga hitam_mu dapat selalu
menguatkan nafasmu di depan ribuan penghuni kata
yang telah hidup dalam menara rasa dan kastil pikir_mu...
semarang, 25 sept '04
terimakasih, kau telah mengijinkanku bertamu,
hidup hanyalah merayap, melewati bebatuan, pepasir, dahan pepohonan, tanah, bahkan sampai aliran air... begitu pula kararangge
semua aku persilakan masuk, karena diriku tidak semata_mata milikku,
mangga ah kalebet, wilujeung maos, kade tong hilap bayar warnetna nya.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home