saat kita berada dalam remang malam
hanya gelap dan gelap yang memandang kita
tak ada langkah yang terlihat
hanya rasa dari ujung-ujung syaraf telapak kaki
yang menuntun kita
meraba ribuan butir yang entah apa.
mengingat_ngingat bekas cahaya kemarin,
adalah pembuangan waktu.
mengira_ngira cahaya esok pagi,
juga pembuangan waktu.
hanya berjalan, jalan, dan terus jalan
yang tidak membuang_buang waktu.
hidup hanyalah merayap, melewati bebatuan, pepasir, dahan pepohonan, tanah, bahkan sampai aliran air... begitu pula kararangge
semua aku persilakan masuk, karena diriku tidak semata_mata milikku,
mangga ah kalebet, wilujeung maos, kade tong hilap bayar warnetna nya.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home