taman rindu
entah pagi yang keberapa
taman rinduku tersirami hujan biru
ratusan mawar pun bernyanyi
melantunkan irama_irama cinta
namun, langit masihlah kosong
hanya biru dan luas
memendar cahaya_cahaya putih
berkelebatan diatas rambut awan
kita masih di sini
memaku harapan
yang kian menghangat...
semarang, pagi 12 okt '04
hidup hanyalah merayap, melewati bebatuan, pepasir, dahan pepohonan, tanah, bahkan sampai aliran air... begitu pula kararangge
semua aku persilakan masuk, karena diriku tidak semata_mata milikku,
mangga ah kalebet, wilujeung maos, kade tong hilap bayar warnetna nya.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home